Hero Baru Mobile Legends Jadi Sorotan: Marcel, Obsidia, dan Hirara

ultimategame.id

Dunia Mobile Legends: Bang Bang kembali memanas dengan hadirnya tiga hero terbaru yang langsung menjadi bahan pembicaraan di komunitas ranked dan scene kompetitif di ultimategame.id. Marcel, Obsidia, dan Hirara membawa mekanik unik yang bukan hanya menambah variasi gameplay, tetapi juga berpotensi menggeser meta permainan yang selama ini didominasi oleh hero-hero seperti Lancelot, Angela, dan Cyclops. Ketiga hero ini menawarkan gaya bermain yang berbeda di tiap role, dari kontrol area, burst scaling, hingga mobilitas ekstrem yang menuntut reaksi cepat dan pemahaman map yang kuat.


1. Marcel (Soul Photographer)

Role: Support / Roamer
Rilis: 11 Maret 2026

Marcel menjadi salah satu hero support paling disorot karena kemampuan kontrol area yang sangat kuat dalam teamfight. Dengan kamera ajaib bernama Clemar, Marcel mampu mengatur tempo pertarungan hanya dari satu posisi yang tepat. Hal ini membuatnya sangat cocok dimainkan sebagai roamer yang fokus pada vision control, zoning, dan inisiasi defensif.

Ultimate Marcel menjadi pusat perhatian karena efeknya yang dapat membekukan area dalam radius tertentu. Tidak hanya itu, skill ini juga menghentikan projectile, basic attack, dan beberapa skill musuh, menjadikannya alat counter terhadap hero-hero agresif seperti Lancelot atau assassin lain yang bergantung pada momentum serangan cepat. Dalam skenario ranked, Marcel sering menjadi pembeda antara teamfight yang kacau dan teamfight yang terkendali.

Pemain yang menggunakan Marcel tidak dituntut untuk mencari kill, tetapi harus mampu membaca timing war. Satu ultimate yang tepat bisa membalikkan kondisi dari kalah jumlah menjadi kemenangan objektif seperti Lord atau turret push.


2. Obsidia (Sovereign of Dark’s End)

Role: Marksman
Rilis: 17 September 2025
Skin Tambahan: Starlight Magitech Wraith (Mei 2026)

Obsidia hadir sebagai marksman dengan mekanik berbasis scaling damage yang kompleks. Ia menggunakan energi Abyss sebagai sumber kekuatan utama, dengan sistem pengumpulan bone energy dan bone shard yang menentukan seberapa besar burst damage yang bisa ia keluarkan di late game.

Berbeda dengan marksman tradisional yang hanya mengandalkan positioning, Obsidia menuntut pemain untuk memahami ritme farming dan stack management. Semakin optimal pengumpulan stack, semakin besar potensi damage yang bisa dilepaskan dalam satu burst serangan. Hal ini menjadikannya sangat berbahaya jika dibiarkan free farm di early game.

Namun, kelemahannya juga jelas: Obsidia sangat bergantung pada perlindungan tim. Tanpa roaming support seperti Angela atau Marcel, ia mudah menjadi target ganking. Dalam meta saat ini, Obsidia diprediksi akan menjadi core utama di draft pick ranked tinggi, terutama dalam komposisi late-game teamfight.


3. Hirara

Role: Assassin
Rilis: Season 41 (jadwal rilis)

Hirara adalah hero assassin dengan gaya ninja yang sangat cepat dan mematikan. Menggunakan dua kipas sebagai senjata utama, ia memiliki kemampuan area yang luas sekaligus mobilitas tinggi yang membuatnya sulit ditangkap.

Sebagai assassin, Hirara masuk kategori high difficulty. Pemain harus memiliki map awareness yang kuat, timing ganking yang presisi, serta kemampuan membaca pergerakan lawan. Kesalahan kecil dalam positioning bisa membuatnya langsung tereliminasi sebelum sempat memberikan kontribusi dalam teamfight.

Di tangan pemain yang tepat, Hirara dapat menjadi mesin chaos di backline musuh. Ia sangat efektif untuk mengincar marksman seperti Obsidia atau mage seperti Cyclops yang biasanya memiliki mobilitas rendah. Dalam meta yang serba cepat, Hirara diprediksi menjadi salah satu hero favorit untuk pemain solo rank yang agresif.

Team Spirit Juara PGL Astana Usai Kalahkan Falcons 3-0

 Dampak ke Meta Ranked

Kehadiran tiga hero ini membawa perubahan signifikan dalam dinamika permainan:

  • Marcel memperkuat kontrol teamfight dan anti-engage
  • Obsidia meningkatkan value late-game scaling marksman
  • Hirara menambah tekanan assassin dengan mobilitas ekstrem

Komposisi tim kini dituntut lebih disiplin dalam rotasi, pengambilan objektif, dan komunikasi. Kesalahan kecil dalam map awareness bisa langsung dimanfaatkan oleh Hirara, sementara teamfight tanpa kontrol seperti Marcel akan sangat berisiko melawan komposisi burst.


Marcel, Obsidia, dan Hirara bukan sekadar tambahan hero baru, tetapi representasi perubahan gaya bermain di Mobile Legends: Bang Bang. Permainan kini semakin menuntut pemahaman role, rotasi cepat, dan eksekusi mekanik yang presisi. Pemain yang mampu beradaptasi lebih cepat akan memiliki keuntungan besar dalam climbing ranked.

Di meta yang semakin kompetitif ini, kemenangan tidak lagi ditentukan oleh siapa yang paling agresif, tetapi siapa yang paling cerdas membaca situasi dan mengeksekusi keputusan dalam hitungan detik